Danur’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah (Used Frying Oil) Dalam Skala Pilot Pada Suhu Transesterifikasi

Bertambahnya jumlah populasi di dunia dan meningkatnya jenis kebutuhan manusia seiring dengan berkembangnya zaman, mengakibatkan kebutuhan akan energi semakin meningkat sehingga persediaan energi (khususnya energi dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui) semakin menipis, bahkan semakin lama akan habis. Untuk mengurangi ketergantungan pada sumber  bahan bakar fosil (minyak/gas bumi dan batu bara) sebagai sumber energi yang tidak terbarukan dengan segala permasalahannya, Bahan bakar fosil mempunyai banyak kelemahan dalam banyak segi terutama harga yang cenderung naik (price escalation) sebagai akibat dari faktor-faktor seperti berkurangnya cadangan sementara permintaan terus meningkat serta  dampak lingkungan yang ditimbulkan olehnya yang mana sangat berpengaruh terhadap pemanasan global (global warming). Indonesia dan beberapa negara kini berusaha untuk mencari sumber-sumber energi lainnya sebagai bahan bakar alternatif. Alternatif ini harus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal supaya harganya lebih murah dan terjangkau. (Soerawidjaja, Tatang.H., dkk., 2005)

Pada akhir tahun 1970-an minyak nabati di Eropa telah digunakan sebagai bahan bakar motor diesel menggantikan minyak solar. Namun karena masalah teknis yang sulit diatasi, sekalipun dengan memodifikasi motor yang akhirnya hanya menambah biaya, minyak nabati kemudian diolah menjadi biodiesel dan mulai dikembangkan sejak pertengahan tahun 1980-an. Terutama di Jerman dan Austria, biodiesel diproduksi dari minyak rapeseed.

Akan tetapi, sampai pertengahan tahun 1990-an produksi biodiesel dari rapeseed di Jerman dinilai masih belum ekonomis. Tanpa subsidi dari pemerintah, biodiesel di Jerman tidak mampu bersaing dengan minyak solar (yang sebenarnya sudah dikenai pajak hampir 200%). Sejak itu, mulailah dikembangkan biodiesel dari minyak goreng jelantah (used frying oil) dan dari sisa lemak hewani.

Saat ini biodiesel dari minyak goreng jelantah telah di produksi di negara Eropa, Amerika dan Jepang. Biodiesel dari minyak goreng jelantah di Austria dikenal dengan nama AME (Altfett Methyl Ester), sedang di Jerman selain dikenal dengan AME juga mendapat nama Fritten diesel, sedangkan di Jepang dikenal dengan e-oil. (http://www.indobiofuel.com/menu%20biodiesel%20artikel%2018.php)

Konsumsi minyak goreng jelantah tidak bisa terlepas dari konsumsi minyak goreng yang merupakan asal mula minyak goreng jelantah. Potensi pasar minyak goreng sawit di Indonesia sangat besar, mengingat konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 1,47 juta ton dan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ketahun seiring peningkatan jumlah penduduk. Jika diasumsikan bahwa minyak goreng jelantah nasional sebesar 20% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional maka akan terdapat sekitar 294.000 ton yang siap diolah menjadi Biodiesel. (Warta ekonomi, 26 September 2007)

Salah satu bentuk pemanfaatan minyak goreng jelantah agar lebih bermanfaat adalah dengan mengubahnya melalui proses kimia menjadi biodiesel. Hal ini dapat dilakukan karena minyak goreng jelantah juga merupakan minyak nabati, turunan dari CPO (crude palm oil). Adapun pembuatan biodiesel dari minyak goreng jelantah ini menggunakan reaksi transesterifikasi seperti pembuatan biodiesel pada umumnya dengan pretreatment untuk menurunkan angka asam (Free Fatty Acid) jika nilai FFA-nya lebih dari 2% pada minyak goreng jelantah.

Jika selama ini banyak penelitian yang hanya dilakukan dalam skala laboratorium, maka dalam penelitian ini akan dicoba untuk meneliti pembuatan biodiesel dari minyak goreng jelantah dalam skala pilot. Hal ini disebabkan oleh prediksi kebutuhan biodiesel dalam jumlah yang relatif besar untuk mencukupi kebutuhan energi baru. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk men-scale up skala laboratorium agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

May 17, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Writing Training Berbasis Multimedia Internet Education Melalui Media Blog Untuk Meningkatkan Budaya Menulis Anak SMA di Sidoarjo

Ada dua jenis kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap manusia yaitu hardskill dan softskill. Hardskill adalah kemampuan seseorang terhadap ilmu (teori), biasanya aplikasi dari kemampuan ini berupa penjelasan ilmu atau kemampuan daya nalar terhadap sesuatu. Kemampuan hardskill dapat dilihat dari hasil raport siswa per semester ataupun IPK mahasiswa. Sedangkan softskill merupakan kemampuan di luar teknis dan akademis, dan lebih mengutamakan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. Kemampuan softskill seseorang dapat dilihat dari bagaimana mereka bersosialisasi dan berelasi dengan orang lain. Di dunia kerja hardskill hanya memberikan 20% dari kesuksesan selebihnya adalah softskill.

Keadaan ini bertolak belakang dengan kondisi pendidikan formal di Indonesia yang pada kenyataannya lebih menekankan pada hardskill. Menurut Pramono (2004), 72% proses pendidikan yang ada di Indonesia lebih menitikberatkan pada kemampuan hardskill. Dampak dari kondisi ini adalah rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang pada tahun 2007 berada di urutan 107 dari 177 negara di dunia (UNDP,2007) salah satu sebabnya karena rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran bahasa indonesia.

Dewasa ini, Kemajuan teknologi telah membawa banyak perubahan bagi kehidupan manusia. Kini manusia dapat berkomunikasi lebih efisien meskipun terpisahkan oleh jarak yang jauh. Hadirnya alat komunikasi seperti telepon genggam, maupun akses internet memberikan berbagai kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. kemudahan ini pun membuat orang-orang membentuk komunitas sosial lewat jejaring seperti twitter, facebook, blog, yahoo group dan lain-lain. Mereka tergabung dalam suatu kelompok yang memiliki kesamaan dalam background, asal, hobi, pekerjaan, alumni kuliah dan lain-lain. Dalam suatu jejaring mereka saling berbagi informasi dan menambah teman.

Belakangan ini telah banyak domain-domain yang memberikan layanan dalam bidang pembuatan blog. Domain tersebut antara lain wordpress dan multiply. Domain tersebut masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan, namun pada dasarnya layanan tersebut telah menjamur diseluruh lapisan masyarakat di dunia. Mereka umumnya menggunakannya untuk mempublikasikan tulisan buatannya sendiri maupun tulisan yang disadur dari website lain. Selain dapat mempublikasikan tulisan, kita juga dapat melihat tulisan orang lain di blog, serta memberi komentar terhadap tulisan yang dimuat.

Salah satu hal  yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran bahasa indonesia karena dinilai pelajaran bahasa indonesia tidak dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka diambil langkah bijak yaitu menambahkan kurikulum yang ada agar dapat mendekatkan interaksi siswa dengan kemajuan teknologi, seperti penggunaan blog untuk publikasi tugas artikel bahasa indonesia. Melalui media ini, anak-anak secara tidak langsung dapat belajar bahasa indonesia, memanfaatkan kemajuan teknologi serta menambah relasi di dunia maya.

Berdasarkan penelitian seorang psikolog yang bernama Nielsen (2000), mengenai manfaat yang didapat dari menulis adalah untuk menghilangkan stress, tempat mengumpulkan inspirasi dan sebagai alat penyimpan informasi. Hal ini bisa dimengerti karena dengan menulis kita bisa mencurahkan perasaan kita tanpa takut diketahui orang lain. Tidak semua orang bisa dengan mudah menceritakan masalahnya pada orang lain. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh watak masing-masing orang. Pembagian kepribadian secara tradisional kita kenal ada dua, yaitu introvert dan ekstrovert. Introvert adalah orang yang memiliki tipe kepribadian tertutup, sedangkan ekstrovert adalah orang yang mempunyai kepribadian terbuka. Orang introvert tentu mengalami kesulitan dalam berbicara pada orang lain. Ini tentu saja mendatangkan kesulitan bagi orang introvert saat harus menyelesaikan masalahnya. Menulis juga dapat menjadi tempat untuk mempublikasikan berbagai ide yang muncul supaya memudahkan kita dalam menemukan solusi baru yang lebih efektif dalam menyelesaikan sebuah masalah dan sumber inspirasi bagi pemunculan ide-ide baru.

Berbagai upaya preventif harus segera dilakukan untuk meningkatkan kualitas softskill dan hardskill SDM Indonesia dengan memaksimalkan pemanfaatan kemajuan teknologi bagi generasi muda. Salah satu bentuk upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan wawasan dan kesadaran publik terkait pentingnya softskill dan pemanfaatan teknologi untuk menumbuhkan minat menulis sehingga menjadi bagian budaya dari generasi muda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan kepada seluruh pihak, termasuk kepada anak-anak yang merupakan aset bangsa dan negara.

Sedangkan manfaat yang bisa diperoleh bagi para blogger diantaranya adalah digunakan sebagai sarana untuk menjalin dan memperbanyak teman / relasi / persahabatan, tempat untuk proses pembelajaran dan berlatih menulis, tempat untuk tempat berbagi, dan tempat untuk mencari tambahan penghasilan. Bila dilihat dari manfaatnya maka menulis melalui media blog dapat merangsang perkembangan hardskill maupun softskill peserta didik, sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.

Menurut Mayer (2001) seorang anak siswa yang belajar dengan memanfaatkan penglihatan, pendengaran, dan pemahaman akan lebih mudah untuk memahami sesuatu. Berdasarkan teori tersebut, metode yang tepat untuk mengembangkan softskill dan hardskill kepada siswa SMA adalah dengan mengadakan training secara rutin. Tujuan lain digunakannya blog adalah menumbuhkan rasa percaya diri terhadap karyanya dan memudahkan dalam mempublikasikan karya.

May 17, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Pengaruh Kecepatan Pengadukan Dan Volume Pelarut Pada Kristalisasi Patchouli Alcohol Dengan Metode Distilasi Vakum

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam baik hayati maupun non-hayati. Sumberdaya alam hayati terlihat dengan melimpahnya macam-macam jenis flora yang tersebar di berbagai wilayah di seluruh pelosok tanah air. Dari sumber daya hayati ini selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan bahan perdagangan yang menghasilkan devisa negara  serta pendorong pertumbuhan ekonomi negara. Selain terkenal rempah-rempahnya, Indonesia juga terkenal dengan minyak  atsirinya.

Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri. Di pasar perdagangan internasional, nilam diperdagangkan dalam bentuk minyak dan dikenal dengan nama Patchouli oil. Dari berbagai jenis minyak atsiri yang ada di Indonesia, minyak nilam menjadi primadona dan setiap tahun lebih dari 45% devisa negara yang dihasilkan dari minyak atsiri berasal dari minyak nilam dan sekitar 90% kebutuhan minyak nilam dunia berasal dari Indonesia (Santoso, 1990).

Aroma minyak nilam sangat khas, sehingga kerap dimanfaatkan orang sebagai pengikat (fiksatif) wangi pada parfum ataupun kosmetika. Minyak nilam merupakan unsur pengikat wangi terbaik pada parfum. Pasalnya, minyak ini memiliki daya lekat kuat, sehingga aroma wanginya tidak mudah hilang atau menguap. Keunggulan lainnya adalah dapat larut dengan alkohol dan dicampur dengan minyak esteris lain. Dibandingkan dengan minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman lain, minyak nilam paling diunggulkan keharumannya (www.beinews.com).

Minyak nilam dapat diperoleh dengan menyuling daun nilam kering menggunakan uap air sebagai cara penyulingan terbaik (Santoso, 1990). Minyak hasil penyulingan masih mengandung persenyawaan kompleks yang terbentuk dalam tumbuhan karena pengaruh air atau uap panas. Kandungan yang terdapat dalam minyak nilam meliputi, patchcouli alcohol (patchcouli camphor), eugenol, benzaldehyde, cinamic aldehyde, dan cadinene. Namun komponen yang paling menentukan mutu minyak nilam adalah patchouli alcohol karena merupakan penciri utama (Santoso, 1990).

Nilam yang semula diproduksi di Indonesia hanya menghasilkan minyak nilam kotor dengan rendemen minyak <3% dan kadar patchouli alcohol <32%, maka minyak nilam kotor atau crude patchouli oil yang diekspor dengan harga murah hendaknya dimurnikan (refinement) sendiri di Indonesia, kemudian diekspor langsung ke Eropa, USA, Jepang tanpa harus melalui Singapura dengan harga yang lebih mahal (Al-Jabri ,M 2007).

Selama ini petani nilam hanya mampu menghasilkan minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol 26–28%, sedangkan pabrik penyulingan dengan peralatan suling bahan baja anti karat mampu menghasilkan minyak nilam dengan kandungan patchouli alcohol 31–35% (Sarwono,1998). Padahal kandungan patchouli alcohol dalam minyak nilam dapat dimaksimalkan sampai 40–50% (Suyono, 2001).

Selain itu, dengan menggunakan distilasi fraksinasi pemurnian patchouli alcohol dari minyak nilam bisa mencapai sebesar 92%. Bahkan, pemurnian patchouli alcohol dengan menjadikan kristal pun sudah mampu dilakukan. Kristal patchouli alcohol dipasar perdagangan lebih mahal dibandingkan jika dalam bentuk minyaknya. Hal ini dikarenakan patchouli alcohol dalam bentuk kristal lebih terjaga mutunya nya dalam waktu yang lama dan tidak mudah rusak.

Berdasarkan latar belakang di atas maka diperlukan upaya lanjutan pada minyak nilam untuk meningkatkan kadar patchouli alcohol-nya. Tentunya dengan semakin tingginya kadar patchouli alcohol dari minyak nilam maka akan meningkatkan nilai jual dari minyak nilam.

May 16, 2010 Posted by | Uncategorized | 4 Comments

Gliserol Monooleat

Makanan merupakan kebutuhan manusia yang paling pokok. Kebutuhan masyarakat terhadap makanan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Kebutuhan manusia terhadap makanan semakin meningkatkan banyak kreativitas para ilmuwan dan ahli untuk menciptakan inovasi-inovasi baru khususnya dalam bidang pangan. Tidak heran apabila akhir-akhir ini banyak produk makanan yang ditawarkan  oleh para produsen.

Dari sekian banyak makanan yang ditawarkan tersebut beberapa dibuat dari lemak dan membutuhkan pengemulsi untuk membuat adonannya homogen. Salah satu zat pengemulsi yang dibutuhkan adalah gliserol monooleat (GMO).

Gliserol Monooleat dibuat dari reaksi antara gliserol dan asam oleat. Gliserol bisa didapatkan dari hasil olahan industri lain, seperti industri sabun dan minyak kelapa sawit (CPO). Gliserol yang berasal dari industri sabun merupakan produk samping yang disebut spent lye soap. Sedangkan salah satu produk hasil olahan CPO adalah biodiesel yang merupakan bahan bakar alternatif bagi kendaraan bermotor. Namun dalam proses produksinya industri biodiesel dari CPO menghasilkan hasil samping (crude) berupa gliserol dengan kemurnian rendah. Gliserol tersebut tentu saja perlu dimurnikan lagi karena masih bernilai ekonomi dan dapat digunakan untuk industri turunan gliserol contohnya Gliserol monooleat (GMO). Gliserol monooleat merupakan produk yang dikembangkan dari jenis monogliserida yang berfungsi sebagai bahan emollient dan emulsifier pada produk-produk kosmetika dan pangan.

Indonesia merupakan negara terbesar kedua penghasil CPO di dunia setelah Malaysia. Bahkan diperkirakan akan menjadi produsen CPO terbesar di dunia pada tahun 2012. Dengan demikian sumber bahan baku pembuatan gliserol monooleat ini banyak tersedia.

Di masa yang akan datang, industri berbasis CPO akan memiliki prospek yang sangat cerah. Karena pemanfaatannya yang beraneka ragam, mulai dari industri minyak goreng , sabun sampai menjadi bahan baku alternatif untuk bahan bakar atau biodiesel dan tentunya diharapkan akan banyak dipakai dalam industri gliserol monooleat nantinya.

May 16, 2010 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

Briket Bioplastik dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Botol Plastik Undegradable Sebagai Upaya Sanitasi Lingkungan

Limbah plastik merupakan bahan yang tidak dapat terdekomposisi oleh mikroorganisme pengurai (non biodegradable), sehingga penumpukkannya di alam dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan. Menurut Hartono (1998), komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Plastik dapat digolongkan menjadi dua macam yakni plastik yang bersifat thermoplastik yg tergolong dapat dibentuk kembali dan diproses menjadi bentuk lain, dan jenis thermoset yang tergolong mudah mengeras dan tidak dapat dilunakkan kembali.

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) termasuk tumbuhan air yang berasal dari Brazil. Penyebaran tumbuhan ini dapat melalui kanal, sungai, rawa, dan perairan tawar lain dengan aliran lambat (Mardjuki dkk, 1997 dalam Supriyanto dan Muladi, 1999). Eceng gondok juga dapat mengganggu lingkungan dan aktivitas manusia jika populasinya tidak dapat dikendalikan. Populasinya dapat menjadi dua kali lipat sedikitnya dalam waktu enam hari.

Berpusat dari ketersediaan limbah plastik jenis thermoplastik dan enceng gondok di daerah Surabaya yang melimpah maka salah satu solusi yang paling tepat untuk penanganannya adalah menjadikan bahan baku pembuatan briket bioplastik. Komposit briket bioplastik adalah campuran yang terbuat dari eceng gondok sebagai matriks dan botol plastik sebagai pengisi (filler), yang menghasilkan kalor yang lebih tinggi dibandingkan briket pada umumnya.

Pembuatan papan komposit secara umum meliputi pengadaan bahan baku, pembakaran, pencampuran dengan perekat, pencetakkan material yang telah dicampur dengan perekat hingga membentuk silinder, pengeringan dan tahap pengujian. Untuk peningkatan kualitas dari produk briket bioplastik ini kami mencoba untuk melakukan penelitian terutama dalam hal variabel yang akan diteliti. dalam hal ini kami mengambil variabel bebas komposisi plastik terhadap bahan baku briket bioplastik (0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%), setelah itu melakukan pengujian nilai kalor dan lama pembakaran

May 4, 2010 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Pepes Jamur Sebagai Akulturasi Bumbu Tradisional dengan Pangan Alternatif Masa Depan

Bahan nabati yang belum diolah lebih lanjut sebagai makanan tardisional di pasaran adalah jamur tiram. Sebagian besar masyarakat enggan menggunakan bahan makanan tersebut, karena beberapa faktor yang menjadi penyebabnya yaitu ketidaktahuan cara mengolah bahan makanan tersebut. Selain itu ditakutkan jika salah dalam mengolah, jamur tersebut menjadi racun yang berbahaya bagi tubuh. Jamur tiram memiliki kandungan protein yang tinggi dan mengandung kolesterol yang rendah. Di samping itu, panganan yang dikabarkan sebagai panganan alternatif masa depan ini tergolong cepat dan mudah dalam pembudidayaannya.

Jamur Tiram merupakan jamur yang dapat tumbuh di tempat yang dingin sehingga di Jawa Timur banyak dibudidayakan di daerah Malang, Pasuruan dan Mojokerto. Jamur Tiram memiliki kandungan protein yang tinggi. Jamur tersebut memiliki tekstur yang kenyal yang menyerupai daging ayam, dan rasa yang netral. Melihat semua kelebihan dari Jamur Tiram, maka jamur ini memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut bersama dengan bumbu tradisional nusantara dengan pertimbangan tidak sulit untuk menciptakan rasa baru dari rasa dasarnya yang netral. Olah karena itu kami menginisiatifkan untuk mengolah jamur tiram dengan bumbu pepes.

Pepes merupakan makanan yang tergolong memiliki bumbu khas. Adapun bumbu pepes terdiri dari: cabe besar, cabe rawit, kemiri, bawang merah, bawang putih, santan, asem, dan empon-empon. Makanan tradisional ini untuk pengolahannya perlu dikukus dalam waktu yang lama. Selain itu pepes biasanya dikemas dengan daun pisang. Biasanya bahan dasar yang digunakan adalah ikan.

Bila panganan yang berbahan baku jamur ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pepes tentunya dengan bumbu dan pengolahan yang telah disesuaikan dengan karakter bahan dasarnya, jamur tiram. Makanan yang kami sebut ” Pepes Jamur Ma’nyus” ini memiliki potensi yang besar untuk bersaing di pasar Surabaya dan sekitar

October 25, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

POPULASI MANUSIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KERUSAKAN ALAM

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang yang paling sempurna. Mengapa karena manusia diciptakan dengan memiliki Otak, hati dan nafsu. Hal inilah yang membuat manusia berbeda dengan makhluk-makhluk ciptaan allah lainnya. Allah menciptakan manusia tentu memiliki tujuan salah satunya yaitu menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah di sini bukan berarti semua manusia harus menjadi pemimpin diantara manusia lainnya. Tetapi khalifah disini cenderung memiliki definisi menjadi penjaga bumi. Salah satu ciri makhluk hidup yaitu dapat berkembang biak. Mengapa berkembang biak merupakan ciri suatu makhluk hidup, karena apabila suatu makhluk tidak dapat berkembang biak maka makhluk tersebut tidak akan dapat melanjutkan spesiesnya. Akhirnya makhluk tersebut akan punah.
Manusia merupakan makhluk hidup karena manusia dapat berkembang biak dan hal ini dapat terbukti dari dulu (zaman nabi Adam AS AS) sampai sekarang manusia tidak punah. Pertumbuhan populasi manusia dari waktu ke waktu semakin bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak akan punah kecuali dengan kehendak Allah SWT. Populasi manusia yang mencapai 6 milyar orang tentu akan berdampak yang sangat besar terhadap bumi ini. Semakin tinggi populasi manusia tentu akan semakin banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan pokok manusia antara lain pangan, sandang, dan papan. Pangan yaitu kebutuhan untuk memenuhi konsumsi, sandang yaitu kebutuhan untuk memenuhi pakaian, dan papan yaitu kebutuhan untuk memenuhi tempat tinggal.
Dengan jumlah mencapai 6 milyar orang maka dibutuhkan lahan pertanian yang sangat luas untuk memenuhi kebutuhan pangan. Disetiap Negara memiliki makanan pokok masing-masing seperti di Indonesia makanan pokoknya beras, sedangkan di India makanan pokoknya gandum, beda lagi di Brazil yang makanan pokoknya jagung. Sehingga dengan makanan pokok yang berbeda-beda itu maka diperlukan lahan yang berbeda pula untuk media tanamnya. Beras biasanya ditanam di sawah sedangkan gandum dan jagung biasanya di tanam di ladang. Dengan lahan yang berbeda maka akan banyak lahan-lahan yang seharusnya digunakan biasanya dibuat dari lahan yang seharusnya dipakai sebagai daerah resapan air. Biasanya hal ini dapat terjadi pada petani pindahan yang biasanya membuka lahan baru untuk berladang. Padahal petani tersebut membuka lahan untuk satu kali tanam saja lalu berpindah tempat lagi. Bayangkan kerusakan yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Banjir di daerah hilir pasti terjadi karena tak ada lagi daerah resapan air.
Untuk memenuhi kebutuhan sandang maka manusia akan berlomba-lomba memenuhinya. Dengan populasi manusia yang sangat besar maka berdampak pada banyaknya permintaan pakaian sehingga industri garmen akan semakin banyak. Dampaknya akan banyak polusi, baik polusi bunyi maupun polusi limbah industri tersebut yang tentunya akan merusak lingkungan sekitar. Belum lagi banyaknya lahan yang telah banyak dibuat dari lahan untuk menanam tanaman kapas sebagai bahan baku pakaian yang kita pakai sekarang.
Untuk memenuhi kebutuhan papan bayangkan berapa banyak pohon-pohon yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture. Mungkin sebagai perbandingan sederhana seperti ini. Indonesia dengan jumlah penduduk kurang lebih 200 juta orang membutuhkan 70 juta m3 per tahun dengan kenaikan rata-rata sebesar 14,2 % per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanya sebesar 25 juta m3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu. Keadaan ini diperparah oleh adanya konversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah, kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembangan infrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep the whole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahan berlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu.
Sungguh benar Firman Allah “telah tampak kerusakan dimuka bumi karena ulah manusia”. Hal ini menunjukkan semakin tinggi populasi manusia maka semakin banyak kerusakan yang di timbulkan di bumi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, di manakah fungsi manusia sebagai khalifah.

July 19, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Urgensi Managemen Waktu

Waktu adalah satu kata yang menurut saya sangat berarti. Mengapa?
Karena waktu tidak dapat dikuasai oleh manusia
Karena waktu tidak dapat dibeli okeh manusia
Karena waktu tidak dapat berulang kembali
Waktu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi dapat menolong manusia di sisi lain dapat menjatuhkan manusia. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Ashr yang berisi “ Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali manusia yang manusia yang saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran”.
Dari firman Allah SWT tersebit dapat disimpulkan bahwa waktu suuuu….angat penting oleh karena itu waktu harus dipergunakan sebaik-baiknya. Oleh karena itu diperlukan yang namanya Managemen Waktu. Managemen waktu menurut saya adalah penggunaan dan pengaturan waktu secara efektif dan efisien sehingga kita dapat menggunakan waktu yang sesaat ini dengan sebaik-baiknya.
Banyak manusia menjadi sukses karena mereka dapat mengatur waktu dengan baik contohnya : B.J. Habibie, Hidayat Nur Wahid, Barack Obama, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Mereka semua tidur tidak lebih dari 4 jam dalam sehari, menunjukkan betapa efektifnya hidup mereka. Pertanyaannya adalah : Apakah anda ingin menjadi seperti mereka?
Jika jawabannya iya, maka langkah awal yang harus lakukan adalah mulailah memanagemen waktu anda.

March 14, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

POLITISASI DAKWAH

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Al Imron : 104)

Dakwah dan Politik
Persoalannya hubungan antara dakwah dan politik tidak jarang menimbukan persoalan dan ekses. Dakwah itu merangkul sedangkan politik memecah-belah. Dakwah itu memperbanyak kawan sedangkan politik memperbanyak lawan.
Persinggungan bahkan pergesekan antara dakwah dan politik terjadi ketika secara imstitusional dakwah dan politik diimpitkan atau dicoba untuk disatukan. misalnya partai politik yang merangkap sebagai lembaga dakwah. Modus politik seperti semacam ini bukan saja melahirkan ambiguitas status pada institusi partai politik bersangkutan, tetapi juga menciptakan gesekan dan konflik dengan ormas islam yang sejak awal memilih jalur dakwah, bukan politik praktis.
di sini politik dan dakwah tampak merupakan dunia yang tidak sama, baik dalam prinsip, nilai, maupun metode. karena itu hubungannya akan menghasilkan pola dan kesimpulan yang berbeda, tergantung pada menempatkannya dan memfungsikannya, apakah dakwah dalam politik atau politik dalam dakwah.
Jika dakwah diletakkan dalam politik, dakwah menjadi instrument dan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan politik partai yang bersangkutan. Dakwah merupakan subordinat dari kepentingan politik, karenanya rawan untuk disalahgunakan. Dalam politik, mustahil sebuah partai tidak memiliki kepentingan politik untuk berkuasa. Karena itu, dakwah dari parpol bertujuan untuk kepentingan politik, seperti untuk merebut kekuasaan atau merpertahankannya.
Tidak jarang gesekan dengan ormas islam terjadi karena dakwah parpol menjadi ekspansi ke dalam organisasi dan kehidupan jamaah ormas islam, seperti melalui pengajian dan pengurusan masjid. Begitu juga ketika terjadi bencana alam, bantuan dan sumbangan yang dikelola oleh parpol berjubah dakwah itu biasa diberikan dengan dengan syarat punya kartu /menjadi anggota partai. Kerap bantuan dari pihak lain diklaim atau diberi stempel partai islam bersangkutan.
Padahal, seperti yang ditegaskan oleh alm. Mohammad Natsir (1991), dakwah dan akhlaqul karimah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan antara satu sama lain. Politik bukan sekedar pertarungan mencari atau meraih kekuasaan atau mengutip C. Calhoun (2002), the ways in which people gain, use, and lose power. Politik juga berkaitan dengan proses dan sistem yang berlangsung untuk menghasilkan kebijakan pemerintah dan keputusan legislatif yang berpihak pada kepentingan rakyat dan kedaulatan Negara dan bangsa.
kebijakan dan sikap berpolitik yang berbeda ragamnya dengan parpol dakwah merupakan suatu ikhtiar dalam mengapresiasi dakwah dan politik secara proporsional. dengan penempatan yang layak ini, hubungan antara dakwah dan politik bisa dipahami dalam dua hal, yakni:
1. Mengembalikan makna dakwah pada substansi nilai dan prinsipnya sebagaimana digariskan oleh Allah (QS Al Imron:104 dan 110; An-Nahl: 125; Fushilat: 33)
2. Dakwah harus dilakukan dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Misalnya, setiap politisi muslim yang bergelut dalam dunia politik berkewajiban melaksanakan dakwah, tetapi bukan dakwah untuk kepentingan politik.
Dalam hal ini menjadi contoh dan teladan di dunia politik sehingga nilai-nilai kejujuran, keberpihakan kepada rakyat, kesederhanaan, keluhuran dan kemuliaan bisa mewarnai perilaku politisi dan penyelenggara pemerintahan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Politik dakwah yang tepat dan pantas adalah bukan politisasi dakwah, karena makna dakwah sudah sangat jelas terkandung dalam Al Quran.

March 7, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Mengapa harus berdakwah?

Mungkin pertanyaan itu yang terkadang hadir di hati kita sebagai umat muslim. Tetapi sebelum menjawab pertanyaan itu kita harus memahami apa itu dakwah. Dakwah menurut saya adalah segala sesuatu yang dikerjakan baik perbuatan maupun lisan semata-mata untuk menyebarkan agama allah (agama islam). Karena agama ini adalah agama rahmatan lil alamin maka kita sebagai umat muslim memiliki kewajiban untuk melakukannya.
Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali manusia yang saling menasehati dalam kebaikan maupun dalam kesabaran. Dari hal tersebut menurut saya dapat ditarik tiga kesimpulan penting yaitu:
1. Sesungguhnya semua manusia ini berada dalam kerugian apabila tidak melakukan sesuatu yang dapat membantu agama ini.
2. Untuk menjadi orang yang untung maka kita harus menasehati dalam kebaikan (berdakwah). Siapapun yang kita dakwahi selama dakwah itu membawa kebaikan untuk umat ini hal tersebut sah-sah saja dilakukan.
3. Dalam menasehati (berdakwah) diperlukan kesabaran, karena kita tidak dapat memaksakan kehendak kepada orang lain. Selain itu “objek” dakwah memiliki karakteristik masing-masing.
Untuk berdakwah kita tidak perlu menunggu sampai kita mendapat gelar “ustad” atau “Kyai” atau apalah namanya. Apabila kita menunggu sampai mendapat gelar-gelar tersebut, maka dakwah ini tak akan pernah terlaksakan. Dan kita tidak akan pernah berdakwah (menasehati sesama). Bukankah sebaik-baiknya umat adalah yang berguna bagi sesamanya.
Apakah saya harus berdakwah ? maka jawabannya wajib bagi setiap muslim. Dakwah tersebut terasa berat namun kita walaupun merasa “terpaksa” harus mengambil amanah tersebut. Oleh karena itu marilah kita berdoa agar diberikan pundak yang kuat agar dapat menanggung amanah dakwah ini dan selalu istiqamah di jalan-NYA bukan berdoa untuk tidak mendapatkan amanah dakwah ini.

March 7, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment