Danur’s Blog

Just another WordPress.com weblog

POPULASI MANUSIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KERUSAKAN ALAM

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang yang paling sempurna. Mengapa karena manusia diciptakan dengan memiliki Otak, hati dan nafsu. Hal inilah yang membuat manusia berbeda dengan makhluk-makhluk ciptaan allah lainnya. Allah menciptakan manusia tentu memiliki tujuan salah satunya yaitu menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah di sini bukan berarti semua manusia harus menjadi pemimpin diantara manusia lainnya. Tetapi khalifah disini cenderung memiliki definisi menjadi penjaga bumi. Salah satu ciri makhluk hidup yaitu dapat berkembang biak. Mengapa berkembang biak merupakan ciri suatu makhluk hidup, karena apabila suatu makhluk tidak dapat berkembang biak maka makhluk tersebut tidak akan dapat melanjutkan spesiesnya. Akhirnya makhluk tersebut akan punah.
Manusia merupakan makhluk hidup karena manusia dapat berkembang biak dan hal ini dapat terbukti dari dulu (zaman nabi Adam AS AS) sampai sekarang manusia tidak punah. Pertumbuhan populasi manusia dari waktu ke waktu semakin bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak akan punah kecuali dengan kehendak Allah SWT. Populasi manusia yang mencapai 6 milyar orang tentu akan berdampak yang sangat besar terhadap bumi ini. Semakin tinggi populasi manusia tentu akan semakin banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan pokok manusia antara lain pangan, sandang, dan papan. Pangan yaitu kebutuhan untuk memenuhi konsumsi, sandang yaitu kebutuhan untuk memenuhi pakaian, dan papan yaitu kebutuhan untuk memenuhi tempat tinggal.
Dengan jumlah mencapai 6 milyar orang maka dibutuhkan lahan pertanian yang sangat luas untuk memenuhi kebutuhan pangan. Disetiap Negara memiliki makanan pokok masing-masing seperti di Indonesia makanan pokoknya beras, sedangkan di India makanan pokoknya gandum, beda lagi di Brazil yang makanan pokoknya jagung. Sehingga dengan makanan pokok yang berbeda-beda itu maka diperlukan lahan yang berbeda pula untuk media tanamnya. Beras biasanya ditanam di sawah sedangkan gandum dan jagung biasanya di tanam di ladang. Dengan lahan yang berbeda maka akan banyak lahan-lahan yang seharusnya digunakan biasanya dibuat dari lahan yang seharusnya dipakai sebagai daerah resapan air. Biasanya hal ini dapat terjadi pada petani pindahan yang biasanya membuka lahan baru untuk berladang. Padahal petani tersebut membuka lahan untuk satu kali tanam saja lalu berpindah tempat lagi. Bayangkan kerusakan yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Banjir di daerah hilir pasti terjadi karena tak ada lagi daerah resapan air.
Untuk memenuhi kebutuhan sandang maka manusia akan berlomba-lomba memenuhinya. Dengan populasi manusia yang sangat besar maka berdampak pada banyaknya permintaan pakaian sehingga industri garmen akan semakin banyak. Dampaknya akan banyak polusi, baik polusi bunyi maupun polusi limbah industri tersebut yang tentunya akan merusak lingkungan sekitar. Belum lagi banyaknya lahan yang telah banyak dibuat dari lahan untuk menanam tanaman kapas sebagai bahan baku pakaian yang kita pakai sekarang.
Untuk memenuhi kebutuhan papan bayangkan berapa banyak pohon-pohon yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture. Mungkin sebagai perbandingan sederhana seperti ini. Indonesia dengan jumlah penduduk kurang lebih 200 juta orang membutuhkan 70 juta m3 per tahun dengan kenaikan rata-rata sebesar 14,2 % per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanya sebesar 25 juta m3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu. Keadaan ini diperparah oleh adanya konversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah, kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembangan infrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep the whole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahan berlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu.
Sungguh benar Firman Allah “telah tampak kerusakan dimuka bumi karena ulah manusia”. Hal ini menunjukkan semakin tinggi populasi manusia maka semakin banyak kerusakan yang di timbulkan di bumi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, di manakah fungsi manusia sebagai khalifah.

July 19, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: