Danur’s Blog

Just another WordPress.com weblog

KRISIS GLOBAL, GAK NGARUH TUH!!!!

Akhir-akhir ini dunia sedang dilanda resesi ekonomi. Dimulai dari jatuhnya ekonomi AS yang dikarenakan penumpukan hutang nasional hingga mencapai 8.98 trilyun dollar AS sedangkan PDB hanya 13 trilyun dollar. Jatuhnya ekonomi AS sangat mempengaruhi ekonomi dunia karena mata uang yang digunakan secara internasional adalah dollar AS. Jika dollar mengalami penurunan maka rupiah akan mengalami kehancuran.

Kondisi ini sangat mempengaruhi ekonomi makro di Indonesia. Banyak perusahaan yang padat modal mulai kelimpungan. Bank-bank nasional juga mulai memainkan kebijakan dengan menaik-turunkan suku bunga. Bahkan pemerintah pun menyediakan dana yang besar untuk membendung akibat yang lebih parah dari kejadian ini. Para pihak khawatir kalau akan terjadi krisis ekonomi jilid II. Jika krisis ekonomi jilid II terjadi maka Indonesia akan kembali menata podasi ekonomi lagi.

Akan tetapi kondisi pelaku ekonomi mikro belum banyak berubah. Harga barang kebutuhan pokok tetap satbil. Stabilnya harga barnag pokok seolah memebuat semuanya tetap stabil dalam pandangan proletar. Bagi anak kost yang notabene hanya butuh makan agar bias tetap hidup kondisi ini lebih baik daripada kenaikan BBM yang langsung terasa dampaknya. Stabilnya harga bahan pokok disebabkan produksi bahan pangan yang terus meningkat. Pengalaman tahun 2008 telah membuat pelaku ekonomi mikro belajar untuk tetap tenang tanpa memperhatikan pengaruh ekonomi global. Jika petani kesulitan mandapatkan pupuk berarti mereka akan manaikkan harga barang hasil pertanian. Kenaikan harga itu juga akan direspon pasar. Pasar kemudian beradaptasi terhadap kondisi tersebut sehingga kondisi akan tetap seimbang.

Dari hal itu nampaknya pemerintah harus berfikir untuk mengembangkan sector riil. Usaha pertanian yang ketika awal repelita menjadi prioritas utama harus dibangkitkan kembali. Perlu diingat tanah kita tanah subur, jika kita mampu mengolah tanah kita dengan baik maka swasembada pangan (bukan hanya beras) akan dengan mudah dicapai. Setelah masalah pangan selesai barulah pemerintah berfikir untuk menyelesaikan masalah industri lain yang terkait dengan pertanian. Harapannya adalah perkembangan yang cepat sehingga kita bias menjadi penghasil produk pangan dengan kualitas terbaik dala kuantitas besar. Jika focus pemerintah untuk menangani sector riil benar terlaksana maka kertika ada keguncangan ekonomi dunia dengan tenang kita akan berkata “gak ngaruh tuh!!!”

Itulah pandangan kaum awam karena jika pemerintah terus memperhatikan pasar modal tanpa pernah memperhatikan sector riil yang potensial maka bencana di tahun 1998 akan terulang kembali. Selain itu pemerintah nampaknya harus mengambil kebijakan yang tegas terhadap perkembangan ekonomi luar negeri. Kondisi ekonomi global yang kacau harusnya tidak mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri kalau kita punya pondasi ekonomi yang kokoh. Pondasi ekonomi yang kokoh adalah ekonomi kerakyatan dimana rakyat diposisikan sebagai pelaku usaha bukan hanya sekedar buruh yang tergantung pada perusahaan yang apabila perusaanya bangkrut maka buruh menjadi terlantar.

November 30, 2008 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: