Danur’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah (Used Frying Oil) Dalam Skala Pilot Pada Suhu Transesterifikasi

Bertambahnya jumlah populasi di dunia dan meningkatnya jenis kebutuhan manusia seiring dengan berkembangnya zaman, mengakibatkan kebutuhan akan energi semakin meningkat sehingga persediaan energi (khususnya energi dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui) semakin menipis, bahkan semakin lama akan habis. Untuk mengurangi ketergantungan pada sumber  bahan bakar fosil (minyak/gas bumi dan batu bara) sebagai sumber energi yang tidak terbarukan dengan segala permasalahannya, Bahan bakar fosil mempunyai banyak kelemahan dalam banyak segi terutama harga yang cenderung naik (price escalation) sebagai akibat dari faktor-faktor seperti berkurangnya cadangan sementara permintaan terus meningkat serta  dampak lingkungan yang ditimbulkan olehnya yang mana sangat berpengaruh terhadap pemanasan global (global warming). Indonesia dan beberapa negara kini berusaha untuk mencari sumber-sumber energi lainnya sebagai bahan bakar alternatif. Alternatif ini harus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal supaya harganya lebih murah dan terjangkau. (Soerawidjaja, Tatang.H., dkk., 2005)

Pada akhir tahun 1970-an minyak nabati di Eropa telah digunakan sebagai bahan bakar motor diesel menggantikan minyak solar. Namun karena masalah teknis yang sulit diatasi, sekalipun dengan memodifikasi motor yang akhirnya hanya menambah biaya, minyak nabati kemudian diolah menjadi biodiesel dan mulai dikembangkan sejak pertengahan tahun 1980-an. Terutama di Jerman dan Austria, biodiesel diproduksi dari minyak rapeseed.

Akan tetapi, sampai pertengahan tahun 1990-an produksi biodiesel dari rapeseed di Jerman dinilai masih belum ekonomis. Tanpa subsidi dari pemerintah, biodiesel di Jerman tidak mampu bersaing dengan minyak solar (yang sebenarnya sudah dikenai pajak hampir 200%). Sejak itu, mulailah dikembangkan biodiesel dari minyak goreng jelantah (used frying oil) dan dari sisa lemak hewani.

Saat ini biodiesel dari minyak goreng jelantah telah di produksi di negara Eropa, Amerika dan Jepang. Biodiesel dari minyak goreng jelantah di Austria dikenal dengan nama AME (Altfett Methyl Ester), sedang di Jerman selain dikenal dengan AME juga mendapat nama Fritten diesel, sedangkan di Jepang dikenal dengan e-oil. (http://www.indobiofuel.com/menu%20biodiesel%20artikel%2018.php)

Konsumsi minyak goreng jelantah tidak bisa terlepas dari konsumsi minyak goreng yang merupakan asal mula minyak goreng jelantah. Potensi pasar minyak goreng sawit di Indonesia sangat besar, mengingat konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 1,47 juta ton dan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ketahun seiring peningkatan jumlah penduduk. Jika diasumsikan bahwa minyak goreng jelantah nasional sebesar 20% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional maka akan terdapat sekitar 294.000 ton yang siap diolah menjadi Biodiesel. (Warta ekonomi, 26 September 2007)

Salah satu bentuk pemanfaatan minyak goreng jelantah agar lebih bermanfaat adalah dengan mengubahnya melalui proses kimia menjadi biodiesel. Hal ini dapat dilakukan karena minyak goreng jelantah juga merupakan minyak nabati, turunan dari CPO (crude palm oil). Adapun pembuatan biodiesel dari minyak goreng jelantah ini menggunakan reaksi transesterifikasi seperti pembuatan biodiesel pada umumnya dengan pretreatment untuk menurunkan angka asam (Free Fatty Acid) jika nilai FFA-nya lebih dari 2% pada minyak goreng jelantah.

Jika selama ini banyak penelitian yang hanya dilakukan dalam skala laboratorium, maka dalam penelitian ini akan dicoba untuk meneliti pembuatan biodiesel dari minyak goreng jelantah dalam skala pilot. Hal ini disebabkan oleh prediksi kebutuhan biodiesel dalam jumlah yang relatif besar untuk mencukupi kebutuhan energi baru. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk men-scale up skala laboratorium agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

About these ads

May 17, 2010 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: