Gliserol Monooleat
Makanan merupakan kebutuhan manusia yang paling pokok. Kebutuhan masyarakat terhadap makanan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Kebutuhan manusia terhadap makanan semakin meningkatkan banyak kreativitas para ilmuwan dan ahli untuk menciptakan inovasi-inovasi baru khususnya dalam bidang pangan. Tidak heran apabila akhir-akhir ini banyak produk makanan yang ditawarkan oleh para produsen.
Dari sekian banyak makanan yang ditawarkan tersebut beberapa dibuat dari lemak dan membutuhkan pengemulsi untuk membuat adonannya homogen. Salah satu zat pengemulsi yang dibutuhkan adalah gliserol monooleat (GMO).
Gliserol Monooleat dibuat dari reaksi antara gliserol dan asam oleat. Gliserol bisa didapatkan dari hasil olahan industri lain, seperti industri sabun dan minyak kelapa sawit (CPO). Gliserol yang berasal dari industri sabun merupakan produk samping yang disebut spent lye soap. Sedangkan salah satu produk hasil olahan CPO adalah biodiesel yang merupakan bahan bakar alternatif bagi kendaraan bermotor. Namun dalam proses produksinya industri biodiesel dari CPO menghasilkan hasil samping (crude) berupa gliserol dengan kemurnian rendah. Gliserol tersebut tentu saja perlu dimurnikan lagi karena masih bernilai ekonomi dan dapat digunakan untuk industri turunan gliserol contohnya Gliserol monooleat (GMO). Gliserol monooleat merupakan produk yang dikembangkan dari jenis monogliserida yang berfungsi sebagai bahan emollient dan emulsifier pada produk-produk kosmetika dan pangan.
Indonesia merupakan negara terbesar kedua penghasil CPO di dunia setelah Malaysia. Bahkan diperkirakan akan menjadi produsen CPO terbesar di dunia pada tahun 2012. Dengan demikian sumber bahan baku pembuatan gliserol monooleat ini banyak tersedia.
Di masa yang akan datang, industri berbasis CPO akan memiliki prospek yang sangat cerah. Karena pemanfaatannya yang beraneka ragam, mulai dari industri minyak goreng , sabun sampai menjadi bahan baku alternatif untuk bahan bakar atau biodiesel dan tentunya diharapkan akan banyak dipakai dalam industri gliserol monooleat nantinya.
1 Comment »
Leave a Reply
-
Recent
- Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah (Used Frying Oil) Dalam Skala Pilot Pada Suhu Transesterifikasi
- Writing Training Berbasis Multimedia Internet Education Melalui Media Blog Untuk Meningkatkan Budaya Menulis Anak SMA di Sidoarjo
- Pengaruh Kecepatan Pengadukan Dan Volume Pelarut Pada Kristalisasi Patchouli Alcohol Dengan Metode Distilasi Vakum
- Gliserol Monooleat
- Briket Bioplastik dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Botol Plastik Undegradable Sebagai Upaya Sanitasi Lingkungan
- Pepes Jamur Sebagai Akulturasi Bumbu Tradisional dengan Pangan Alternatif Masa Depan
- POPULASI MANUSIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KERUSAKAN ALAM
- Urgensi Managemen Waktu
- POLITISASI DAKWAH
- Mengapa harus berdakwah?
- ANTARA TAKDIR, CINTA, DAN BUS KOTA
- Cekal Yahudi!!!
-
Links
-
Archives
- May 2010 (5)
- October 2009 (1)
- July 2009 (1)
- March 2009 (4)
- December 2008 (2)
- November 2008 (4)
- October 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
ini judul pabrik yang di kerjakan hanya dalam waktu 2 bulan.