Briket Bioplastik dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Botol Plastik Undegradable Sebagai Upaya Sanitasi Lingkungan
Limbah plastik merupakan bahan yang tidak dapat terdekomposisi oleh mikroorganisme pengurai (non biodegradable), sehingga penumpukkannya di alam dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan. Menurut Hartono (1998), komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Plastik dapat digolongkan menjadi dua macam yakni plastik yang bersifat thermoplastik yg tergolong dapat dibentuk kembali dan diproses menjadi bentuk lain, dan jenis thermoset yang tergolong mudah mengeras dan tidak dapat dilunakkan kembali.
Eceng gondok (Eichhornia crassipes) termasuk tumbuhan air yang berasal dari Brazil. Penyebaran tumbuhan ini dapat melalui kanal, sungai, rawa, dan perairan tawar lain dengan aliran lambat (Mardjuki dkk, 1997 dalam Supriyanto dan Muladi, 1999). Eceng gondok juga dapat mengganggu lingkungan dan aktivitas manusia jika populasinya tidak dapat dikendalikan. Populasinya dapat menjadi dua kali lipat sedikitnya dalam waktu enam hari.
Berpusat dari ketersediaan limbah plastik jenis thermoplastik dan enceng gondok di daerah Surabaya yang melimpah maka salah satu solusi yang paling tepat untuk penanganannya adalah menjadikan bahan baku pembuatan briket bioplastik. Komposit briket bioplastik adalah campuran yang terbuat dari eceng gondok sebagai matriks dan botol plastik sebagai pengisi (filler), yang menghasilkan kalor yang lebih tinggi dibandingkan briket pada umumnya.
Pembuatan papan komposit secara umum meliputi pengadaan bahan baku, pembakaran, pencampuran dengan perekat, pencetakkan material yang telah dicampur dengan perekat hingga membentuk silinder, pengeringan dan tahap pengujian. Untuk peningkatan kualitas dari produk briket bioplastik ini kami mencoba untuk melakukan penelitian terutama dalam hal variabel yang akan diteliti. dalam hal ini kami mengambil variabel bebas komposisi plastik terhadap bahan baku briket bioplastik (0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%), setelah itu melakukan pengujian nilai kalor dan lama pembakaran
-
Recent
- Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah (Used Frying Oil) Dalam Skala Pilot Pada Suhu Transesterifikasi
- Writing Training Berbasis Multimedia Internet Education Melalui Media Blog Untuk Meningkatkan Budaya Menulis Anak SMA di Sidoarjo
- Pengaruh Kecepatan Pengadukan Dan Volume Pelarut Pada Kristalisasi Patchouli Alcohol Dengan Metode Distilasi Vakum
- Gliserol Monooleat
- Briket Bioplastik dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Botol Plastik Undegradable Sebagai Upaya Sanitasi Lingkungan
- Pepes Jamur Sebagai Akulturasi Bumbu Tradisional dengan Pangan Alternatif Masa Depan
- POPULASI MANUSIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KERUSAKAN ALAM
- Urgensi Managemen Waktu
- POLITISASI DAKWAH
- Mengapa harus berdakwah?
- ANTARA TAKDIR, CINTA, DAN BUS KOTA
- Cekal Yahudi!!!
-
Links
-
Archives
- May 2010 (5)
- October 2009 (1)
- July 2009 (1)
- March 2009 (4)
- December 2008 (2)
- November 2008 (4)
- October 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS